Sabtu, 21 April 2012

Alelopati


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Tumbuhan dapat mengeluarkan senyawa alelopati melalui organ yang berada di atas tanah maupun yang berada di bawah tanah. Demikian juga tumbuhan yang mati pun dapat melepaskan senyawa alelopati melalui organ yang berada di atas tanah meupun yang di bawah tanah. Alang-alang (Imperata cylindrica) dan teki (Cyperus rotundus) yang masih hidup mengeluarkan senyawa alelopati lewat organ di bawah tanah, jika sudah mati beik organ yang berada di atas tanah maupun yang di bawah tanah sama-sama dapat melepaskan senyawa alelopati (Moenandir, 1988)

Beberapa pengaruh alelopati terhadap aktivitas tumbuhan antara lain:
1.  Senyawa alelopati dapat menghambat penyerapan hara, yaitu dengan menurunkan kecepatan penyerapan ion oleh tumbuhan.
2.      Beberapa alelopati menghambat pembelahan sel-sel akar tumbuhan.
3.   Beberapa alelopati dapat menghambat pertumbuhan, yaitu dengan mempengaruhi perbesaran sel tumbuhan.
4.      Beberapa senyawa alelopati memberikan pengaruh menghambat respirasi akar.
5.      Senyawa alelopati memberika pengaruh menghambat sintesis protein.
6.      Beberapa senyawa alelopati dapat menurunkan daya permeabilitas membran pada sel tumbuhan.
7.      Pengaruh alelopati dapat menghambat aktivitas enzim.

Pengaruh alelopati terhadap terhadap pertumbuhan tanaman, yaitu:
Keberadaan senyawa alelopati dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Alang-alang menghambat pertumbuhan tanaman jagung dan ini telah dibuktikan dengan menggunakan percobaan pot-pot bertingkat di rumah kaca di Bogor. Mengingat unsur hara, air, dan cahaya bukan merupaka pembatas utama, maka diduga bahwa alang-alang merupakan senyawa beracun yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jagung. Tumbuhan yang telah mati dan sisa-sisa tumbuhan yang telah dibenamkan ke dalam tanah juga dapat menghambat pertumbuhan jagung. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak organ tubuh alang-alang, semakin besar pengaruh negatifnya terhadap kecambah padi gogo (Hay, 1991)

Pada umumnya, terdapat 2 jenis alelopati yang ada di alam, yaitu:
1.  Alelopati yang sebenarnya, adalah pelepasan senyawa-senyawa beracun dari tumbuhan ke lingkungan sekitar dalam bentuk senyawa aslinya yang dihasilkan.
2.      Alelopati fungsional, adalah pelepasan senyawa kimia oleh tumbuh-tumbuhan ke lingkungan sekitar yang bersifat sebagai racun setelah mengalami perubahan yang disebabkan oleh mikroba tanah (Palungkum, 1992) 

Resosoedarmo (1986) dalam Adriani (2010) tidak semua gulma mengeluarkan senyawa beracun. Spesies gulma yang diketahui mengeluarkan senyawa racun adalah alang-alang (Imperata cylinarica), grinting (Cynodon dactylon), teki (Cyperus rotundus), Agropyron intermedium, Salvia lenocophyela dan lain-lain. Apabila gulma mengeluarkan senyawa beracun maka nilai persaingan totalnya dirumuskan sebagai berikut :

                                    TCV = CVN + CVW + CVL + AV

dimana TCV = total competition value, CVN = competition value of nutrient, CVW = competition value of water, CVL = competition value of light, dan AV = allelopathic value. Nilai persaingan total yang disebabkan oleh gulma yang mengeluarkan alelopat terhadap tanaman pokok merupakan penggabungan dari nilai persaingan untuk hara + nilai persaingan untuk air + nilai persaingan untuk cahaya + nilai alelopati (Resosoedarmo, 1986).

Odum (1971) dalam rina (2011) alelopati merupakan suatu peristiwa dimana suatu individu tumbuhan yang menghasilkan zat kimia dan dapat menghambat pertumbuhan jenis yang lain yang tumbuh bersaing dengan tumbuhan tersebut. Istilah ini mulai digunakan oleh Molisch pada tahun 1937 yang diartikan sebagai pengaruh negatif dari suatu jenis tumbuhan tingkat tinggi terhadap perkecambahan, pertumbuhan, dan pembuahan jenis-jenis lainnya. Kemampuan untuk menghambat pertumbuhan tumbuhan lain merupakan akibat adanya suatu senyawa kimia tertentu yang terdapat pada suatu jenis tumbuhan

Alelopati memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman, untuk itu pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan mengenai alelopati terhadap pertumbuhan dan pekecambahan tanaman jagung dan kacanga ijo.



B.     Tujuan
Mempelajari pengaruh alelopati terhadap perkecambahan kacang hijau

C.     Permasalahan
Bagaimanakan pengaruh alelopati terhadap perkecambahan kacang hijau?


BAB II
METODELOGI
A.    Waktu dan Tempat
Waktu: Selasa, 18 Oktober 2011
Tempat: Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP UNTAN

B.     Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah cawan petri, kertas saring whatman #4, corong penyaring, blender, gunting, mortar dan alu, kertas buram, penggaris, benang, gelas kimia, dan gelas ukur. Sedangkan bahan yang digunakan adalah akar ilalang, umbi bawang putih, daun akasia, dan biji kacang hijau.

C.     Cara Kerja
1.      Dipilih biji kacang hijau yang baik
2.      Disiapkan 4 cawan petri yang telah diberi kertas buram
3.      Dibuat ekstrak akar ilalang, akasia dan bawang puti sebagai berikut:
a.       Bagian tumbuhan di atas dihaluskan dengan blender, mortar dan alu atau digunting halus
b.      Dibuat ekstrak atau hasil remdaman bagian tumbuhan tersebut dengan akuades dengan perbandingan sebagai berikut:
i.      Bagian tumbuhan dan air (1:7)
ii.    Bagian tumbuhan dan air (1:14)
iii.  Bagian tumbuhan dan air (1:21)
Dibiarkan selama 24 jam, lalu disaring dengan menggunakan alat penyaring.
Ini adalah larutan ekstrak yang akan digunakan sebagai perlakuan.
4.      Diletakkan masing-masing 10 biji kacang hijau ke dalam cawan petri
5.      Dilakukan perlakuan pada kacang hijau sebagai berikut:
b.      Cawan petri dengan kacang hijau + 5 ml ekstrak ilalang
-          Ekstrak perbandingan I (1:7)
-          Ekstrak perbandingan II (1:14)
-          Ekstrak perbandingan III (1:21)
Diulangi hal yang sama dengan menggunakan ekstrak akasia dan bawang putih
c.       Cawan petri dengan kacang hijau + 5 ml ekstrak akasia
d.      Cawan petri dengan kacang hijau + 5 ml ekstrak bawang putih
Dibuat ulangan 3 kali
6.      Diamati perkecambahan biji-biji tersebut setiap hari selama 10 hari dan diamati pertumbuhan kecambahnya denga mengukur panjang kecambah
7.      Persen perkecambahan ditentukan
8.      Hasil pengamatan dibandingkan dengan menggunakan RAL dan RAL faktorial

BAB III
ANALISIS DATA
A.    Hasil Pengamatan
Hari pertama
Faktor B
Faktor A
Jumlah
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Akasia
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
Bawang putih
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
Ilalang
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
Total
0
0
0
0
0

Faktor B
Faktor A
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Total A

Akasia
0
0
0
0
0
Bawang Putih
0
0
0
0
0
Ilalang
0
0
0
0
0
Total B
0
0
0
0
0





Tabel ANNOVA
Source
df
SS
MS
Ftest
Konsentrasi
2
0,00
0,00
0
Ekstrak
3
0,00
0,00
0
Kons*Ekst
6
0,00
0,00
0
Eksp. Error
24
0,00
0,00

Total
35
0,00
0,00

Ftest > Ftab = Konsentrasi, Ekstrak alelopati dan kombinasi dari konsentrasi & ekstrak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau

Hari kedua
Faktor B
Faktor A
Jumlah
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Akasia
1,05
1,1
1,6
1,15
4,9

1,05
1,17
1,2
1,15
4,57

1,05
0,95
1,15
1,15
4,3
Bawang Putih
1,25
1,15
0,85
0,31
3,56

1,25
1,2
0,8
0,25
3,5

1,25
1,2
0,9
0,58
3,93
Ilalang
2,05
0,85
1,1
1,05
5,05

2,05
1,25
1,2
0,67
5,17

2,05
1,15
0,67
0,35
4,22
Total
13,05
10,02
9,47
6,66
39,2

Faktor B
Faktor A
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Total A

Akasia
3,15
3,22
3,95
3,45
13,77
Bawang Putih
3,75
3,55
2,55
1,14
10,99
Ilalang
6,15
3,25
2,97
2,07
14,44
Total B
13,05
10,02
9,47
6,66
39,2




Tabel ANNOVA
Source
df
SS
MS
Ftest
Konsentrasi
2
0,56
0,28
9,48
Ekstrak
3
2,29
0,76
25,90
Kons*Ekst
6
2,39
0,40
13,53
Eksp. Error
24
0,71
0,03

Total
35
5,94
1,47

Ftest > Ftab = Konsentrasi, Ekstrak alelopati dan kombinasi dari konsentrasi & ekstrak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau

Hari ke-3
Faktor B
Faktor A
Jumlah
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Akasia
1,8
2,73
1,93
1,83
8,29

1,8
2,01
3,25
1,87
8,93

1,8
1,5
2,74
1,89
7,93
Bawang Putih
3,89
2,79
2,76
1,9
11,34

3,89
3,02
2,77
1,96
11,64

3,89
4,33
2,57
1,78
12,57
Ilalang
2,21
1,78
2,98
1,59
8,56

2,21
2,97
1,87
1,92
8,97

2,21
2,83
1,73
1,04
7,81
Total
23,7
23,96
22,6
15,78
86,04

Faktor B
Faktor A
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Total A

Akasia
5,4
6,24
7,92
5,59
25,15
Bawang Putih
11,67
10,14
8,1
5,64
35,55
Ilalang
6,63
7,58
6,58
4,55
25,34
Total B
23,7
23,96
22,6
15,78
86,04




Tabel ANNOVA
Source
df
SS
MS
Ftest
Konsentrasi
2
5,90
2,95
13,48
Ekstrak
3
4,98
1,66
7,58
Kons*Ekst
6
4,79
0,80
3,65
Eksp. Error
24
5,25
0,22

Total
35
20,92
5,63


Hari ke-4
Faktor B
Faktor A
Jumlah
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Akasia
2,6
3,35
2,35
2,85
11,15

2,6
2,33
5,7
2,25
12,88

2,6
3,7
3,05
2,25
11,6
Bawang Putih
5,9
4,4
4,23
2,21
16,74

5,9
4,25
3,73
2,1
15,98

5,9
5,08
2,68
1,99
15,65
Ilalang
4,89
2,2
3,05
2,8
12,94

4,89
4,02
2,59
2,21
13,71

4,89
3,31
2,46
2,66
13,32
Total
40,17
32,64
29,84
21,32
123,97

Faktor B
Faktor A
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Total A

Akasia
7,8
9,38
11,1
7,35
35,63
Bawang Putih
17,7
13,73
10,64
6,3
48,37
Ilalang
14,67
9,53
8,1
7,67
39,97
Total B
40,17
32,64
29,84
21,32
123,97






Tabel ANNOVA
Source
df
SS
MS
Ftest
Konsentrasi
2
6,99
3,50
7,47
Ekstrak
3
20,20
6,73
14,39
Kons*Ekst
6
16,31
2,72
5,81
Eksp. Error
24
11,23
0,47

Total
35
54,74
13,42

Ftest > Ftab = Konsentrasi, Ekstrak alelopati dan kombinasi dari konsentrasi & ekstrak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau

Hari ke-5
Faktor B
Faktor A
Jumlah
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Akasia
2,92
3,74
2,95
4,01
13,62

2,92
2,81
5,91
2,71
14,35

2,92
4,1
3,79
2,46
13,27
Bawang Putih
6,08
4,8
4,28
2,52
17,68

6,08
6,2
3,93
2,5
18,71

6,08
6,05
3,3
7,05
22,48
Ilalang
6,47
4,77
3,12
10,2
24,56

6,47
4,31
3,59
6,05
20,42

6,47
3,71
9,2
7,35
26,73
Total
46,41
40,49
40,07
44,85
171,82

Faktor B
Faktor A
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Total A

Akasia
8,76
10,65
12,65
9,18
41,24
Bawang Putih
18,24
17,05
11,51
12,07
58,87
Ilalang
19,41
12,79
15,91
23,6
71,71
Total B
46,41
40,49
40,07
44,85
171,82




Tabel ANNOVA
Source
df
SS
MS
Ftest
Konsentrasi
2
39,00
19,50
8,54
Ekstrak
3
3,33
1,11
0,49
Kons*Ekst
6
33,09
5,52
2,42
Eksp. Error
24
54,80
2,28

Total
35
130,23
28,41

Ftest > Ftab = Konsentrasi, Ekstrak alelopati dan kombinasi dari konsentrasi & ekstrak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau

Hari ke-6
Faktor B
Faktor A
Jumlah
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Akasia
10,25
7,05
6,1
6,8
30,2

10,25
7,01
13,5
7,9
38,66

10,25
9,5
15,2
4,79
39,74
Bawang Putih
18,29
7,6
6,8
4,32
37,01

18,29
6,57
6,2
4,81
35,87

18,29
8,6
5,3
7,21
39,4
Ilalang
10,73
7,3
13,5
11,8
43,33

10,73
10,8
12,6
10,1
44,23

10,73
11,8
10,92
9,08
42,53
Total
117,81
76,23
90,12
66,81
350,97

Faktor B
Faktor A
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Total A

Akasia
30,75
23,56
34,8
19,49
108,6
Bawang Putih
54,87
22,77
18,3
16,34
112,28
Ilalang
32,19
29,9
37,02
30,98
130,09
Total B
117,81
76,23
90,12
66,81
350,97




Tabel ANNOVA
Source
df
SS
MS
Ftest
Konsentrasi
2
22,02
11,01
3,21
Ekstrak
3
164,49
54,83
16,01
Kons*Ekst
6
219,52
36,59
10,68
Eksp. Error
24
82,22
3,43

Total
35
488,24
105,85

Ftest > Ftab = Konsentrasi, Ekstrak alelopati dan kombinasi dari konsentrasi & ekstrak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau

Hari ke-7
Faktor B
Faktor A
Jumlah
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Akasia
11,3
9,85
10,5
8,5
40,15

11,3
10,1
14,7
8,7
44,8
11,3
11,1
15,7
5,6
43,7
Bawang Putih
18,73
10,6
8,3
6,2
43,83

18,73
8,8
9,8
7,7
45,03
18,73
10,5
8,2
8,1
45,53
Ilalang
12,21
11,4
14,3
12,8
50,71

12,21
11,4
15,2
12,7
51,51
12,21
12,6
12,5
11,3
48,61
Total
126,72
96,35
109,2
81,6
413,87

Faktor B
Faktor A
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Total A

Akasia
33,9
31,05
40,9
22,8
128,65
Bawang Putih
56,19
29,9
26,3
22
134,39
Ilalang
36,63
35,4
42
36,8
150,83
Total B
126,72
96,35
109,2
81,6
413,87




Tabel ANNOVA
Source
df
SS
MS
Ftest
Konsentrasi
2
22,09
11,04
7,81
Ekstrak
3
122,49
40,83
28,88
Kons*Ekst
6
179,46
29,91
21,16
Eksp. Error
24
33,93
1,41

Total
35
357,96
83,20

Ftest > Ftab = Konsentrasi, Ekstrak alelopati dan kombinasi dari konsentrasi & ekstrak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau

Hari ke-8
Faktor B
Faktor A
Jumlah
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Akasia
11,5
12,4
10,61
9,8
44,31

11,5
10,5
16,2
9,2
47,4
11,5
11,4
16,3
6,8
46
Bawang Putih
18,31
12,5
9,2
6,9
46,91

18,31
10,6
10,1
8,2
47,21
18,31
11,01
9,5
8,5
47,32
Ilalang
13,3
12,5
17,1
13,7
56,6

13,3
12,9
17,5
13,1
56,8
13,3
14,2
15,6
12,6
55,7
Total
129,33
108,01
122,11
88,8
448,25

Faktor B
Faktor A
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Total A

Akasia
34,5
34,3
43,11
25,8
137,71
Bawang Putih
54,93
34,11
28,8
23,6
141,44
Ilalang
39,9
39,6
50,2
39,4
169,1
Total B
129,33
108,01
122,11
88,8
448,25




Tabel ANNOVA
Source
df
SS
MS
Ftest
Konsentrasi
2
49,01
24,50
16,28
Ekstrak
3
106,30
35,43
23,55
Kons*Ekst
6
160,23
26,71
17,75
Eksp. Error
24
36,12
1,50

Total
35
351,66
88,15

Ftest > Ftab = Konsentrasi, Ekstrak alelopati dan kombinasi dari konsentrasi & ekstrak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau

Hari ke-9
Faktor B
Faktor A
Jumlah
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Akasia
11,8
16,5
11,3
10,46
50,06

11,8
11,2
18,32
10,76
52,08
11,8
11,75
18,4
7,94
49,89
Bawang Putih
19,15
14,7
10,32
7,65
51,82

19,15
12,86
11,9
9,72
53,63
19,15
12,6
10,72
9,21
51,68
Ilalang
14,32
13,42
19,12
14,72
61,58

14,32
13,42
18,3
14,27
60,31
14,32
16,1
18,77
13,42
62,61
Total
135,81
122,55
137,15
98,15
493,66

Faktor B
Faktor A
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Total A

Akasia
35,4
39,45
48,02
29,16
152,03
Bawang Putih
57,45
40,16
32,94
26,58
157,13
Ilalang
42,96
42,94
56,19
42,41
184,5
Total B
135,81
122,55
137,15
98,15
493,66




Tabel ANNOVA
Source
df
SS
MS
Ftest
Konsentrasi
2
50,82
25,41
9,06
Ekstrak
3
109,04
36,35
12,96
Kons*Ekst
6
175,99
29,33
10,46
Eksp. Error
24
67,31
2,80

Total
35
403,16
93,89


Hari ke-10
Faktor B
Faktor A
Jumlah
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Akasia
12,3
18,65
12,41
11,32
54,68

12,3
12,37
20,21
11,32
56,2
12,3
12,12
20,19
8,25
52,86
Bawang Putih
20,27
16,86
11,43
8,55
57,11

20,27
14,57
12,57
10,82
58,23
20,27
13,72
11,82
10,32
56,13
Ilalang
15,43
14,55
21,02
15,87
66,87

15,43
17,25
19,32
15,34
67,34
15,43
18,73
21,83
14,56
70,55
Total
144
138,82
150,8
106,35
539,97

Faktor B
Faktor A
0 M
1 : 7 M
1 : 14 M
1 : 21 M
Total A

Akasia
36,9
43,14
52,81
30,89
163,74
Bawang Putih
60,81
45,15
35,82
29,69
171,47
Ilalang
46,29
50,53
62,17
45,77
204,76
Total B
144
138,82
150,8
106,35
539,97



Tabel ANNOVA
Source
df
SS
MS
Ftest
Konsentrasi
2
79,18
39,59
9,89
Ekstrak
3
129,56
43,19
10,79
Kons*Ekst
6
199,74
33,29
8,32
Eksp. Error
24
96,05
4,00

Total
35
504,53
120,07

Ftest > Ftab = Konsentrasi, Ekstrak alelopati dan kombinasi dari konsentrasi & ekstrak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau


B.     Pembahasan
Pada praktikum kali ini dilakukan pengamatan tentang alelopati. Praktikum kali ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh alelopati terhadap perkecambahan kacang hijau. Tanaman alelopati yang digunakan pada praktikum kali ini adalah akasia, bawang putih, dan alang-alang.
Hasil dari perkecambahan kacang hijau selama 10 hari menunjukan bahwa ekstrak alelopati berpengaruh pada perkecambahan kacang hijau. Hal ini diketahui dengan lebih rendahnya tanaman yang diberi ekstrak alelopati dibandingkan dengan kontrol. Jika dilihat dari perhitungan, diketahui bahwa Ftest > Ftab, yang berarti konsentrasi, ekstrak alelopati dan kombinasi dari konsentrasi & ekstrak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau
Tumbuhan yang bersifat sebagai alelopat mempunyai kemampuan bersaing yang lebih hebat sehingga pertumbuhan tanaman pokok lebih terhambat, dan hasilnya semakin menurun. Namun kuantitas dan kualitas senyawa alelopati yang dikeluarkan oleh tumbuhan dapat dipengaruhi oleh kerapatan tumbuhan alelopat, macam tumbuhan alelopat, saat kemunculan saat kemunculan tumbuhan alelopat, lama keberadaan tumbuhan alelopat, habitus tumbuhan alelopat, kecepatan tumbuh tumbuhan alelopat, dan jalur fotosintesis tumbuhan alelopat (C3 atau C4).



BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Kacang hijau yang diberi ekstrak alelopati mengalami pertumbuhan yang lambat
2.      Ekstrak alelopati memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau

DAFTAR PUSTAKA

Adriani, Uli. 2010. Zat Alelopati. (http://uli-adriani.blogspot.com/2010/04/zat-alelopati.html). Diakses 23 November 2011
Hay, R.K.M dan Fitter. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta: UGM Press
Moenandir, J. 1998. Persaingan Tanaman Budidaya Dengan Gulma. Jakarta: Rajawali Press
Palungkum, Rony. 1992. Bawang Putih Dataran Rendah. Bandung: Sinar Baru
Rina. 2011. Ekologi Alelopati. (http://rinaningtyasbiology.blogspot.com/2011/01/lapekologi-alelopati.html). Diakses 23 November 2011 

1 komentar: