BAB 1
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Pertumbuhan didefenisikan
sebagai pertumbuhan yang tidak dapat dibalikkan dalam ukuran pada sistem
biologi. Secara umum, pertumbuhan berarti pertambahan ukuran karena organisme
multisel tumbuh dari zigot. Pertumbuhan itu bukan hanya dalam volume, tapi juga
dalam bobot, jumlah sel, banyaknya protoplasma, dan tingkat kerumitan (Anonim, 2009). Pertumbuhan
tanaman mencakup macam-macam variasi dan kejadian kompleks, umumnya termasuk
sedikit atau seluruh bagian kehidupan tanaman. Kenaikan linear, pertambahan
berat, kenaikan ukuran, pembelahan sel dan pembesaran sel, penambahan biomassa
dan lain-lain. Pertumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam dan luar dan
adalah penyesuaian diri antara genetik dan lingkungan (Mukherji and Ghosh,
2002).
Banyak faktor
alasan atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan
tumbuh-tumbuhan, tanaman, pohon, dll. Apabila faktor tersebut kebutuhannya
tidak terpenuhi maka tanaman tersebut bisa mengalami dormansi/ dorman yaitu
berhenti melakukan aktivitas hidup. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam
pertumbuhan tanaman yaitu faktor iklim (Amanina, 2009).
1.
Faktor
Suhu/ Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu
menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga
kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22
derajat celcius sampai dengan 37 derajat selsius. Temperatur yang lebih atau
kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat
atau berhenti.
Suhu optimum untuk aktivitas
metabolisme maksimum berbeda untuk setiap jenis tanaman, populasi dan individu
dari setiap jenis. Bagian tanaman dan juga tingkat perkembangannya membutuhkan
suhu optimum yang berbeda (Manan, 1979). Suhu dan hujan
rata-rata bulanan maupun tahunan yang dihubungkan dengan keadaan vegetasi alami
berdasarkan peta vegetasi De-Canddle. Vegetasi yang hidup secara alami
menggambarkan iklim tempat tumbuhnya. Vegetasi tersebut tumbuh dan berkembang
sesuai dengan hujan efektif (Fitter dan Hay, 1991).
Tiap jenis tanaman maupun
populasi harus menyesuaikan diri dengan suhu di lingkungannya. Dalam suatu luasan geografis akan terdapat bertahun-tahun
yang mempunyai kenaikkan atau penurunan suhu diluar batas normal yang
mempengaruhi pertumbuhan dan mempengaruhi fungsi-fungsi tanaman yang jelek (Michael, 1997).
2.
Faktor
Kelembaban
Kadar air dalam
udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang
lembab menguntungkan bagi tumbuhan dimana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih
mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel
yang lebih cepat.
3.
Faktor
Cahaya Matahari
Sinar matahari
sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya
tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman
itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada
kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan (Amanina,
2009).
B.MASALAH
Bagaimana hubungan antara faktor iklim terhadap pertumbuhan tanaman?
C.TUJUAN
Untuk mengetahui hubungan
antara faktor iklim terhadap pertumbuhan tanaman
BAB
II
METODOLOGI
A.WAKTU DAN TEMPAT
Waktu/Tanggal : 10.00 WIB- selesai / 27 November
2012
Tempat : Laboratorium Biologi
FKIP UNTAN
B.ALAT DAN BAHAN
ALAT
Alat yang digunakan
adalah Termometer, higrometer, evaporimeter, penggaris, benang dan alat tulis.
BAHAN
Bahan yang digunakan praktikum kali ini adalah biji
kacang hijau (Phaseolus radiatus) tanah dan air.
C. PROSEDUR
PENGAMATAN/CARA KERJA
1.
10 pot berisi tanah disiapkan.
2.
Masing-masing pot ditanami
10 biji kacang hijau.
3.
Penyiraman dilakukan setiap
hari dengan jumlah air yang sama.
4.
Lima pot diletakkan di
lapangan terbuka, 5 pot lainnya diletakkan di bawah naungan.
5.
Dilakukan pengukuran suhu
udara, suhu tanah, kelembaban, dan curah hujan pada kedua tempat setiap hari.
6.
Pengukuran tinggi tanaman
dilakukan setiap minggu.
7.
Pengamatan dilakukan selama
7 minggu.
8.
Dilakukan perhitungan
statistik
pengaruh iklim terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau dan dibandingkan
pertumbuhan tanaman dikedua tempat.
BAB III
ANALISIS DATA
A.HASIL PENGAMATAN
Tabel 1. Pengamatan fisiko kimia dilapangan dengan naungan
minggu ke-
|
suhu tanah
|
suhu udara
|
Kelembaban (%)
|
curah hujan
|
evaporasi (mL)
|
|||
lapangan
|
naungan
|
Lapangan
|
naungan
|
lapangan
|
naungan
|
|||
1
|
30.61
|
29.67
|
30.45
|
29.76
|
82.71
|
82.71
|
37
|
3.76
|
2
|
31.13
|
28.37
|
30
|
29.61
|
83.54
|
83.73
|
77.17
|
3.13
|
3
|
31.80
|
30.45
|
32.18
|
29.76
|
78.58
|
78.58
|
37
|
4.07
|
4
|
33.15
|
32.13
|
32.33
|
30.24
|
72.17
|
72.17
|
55
|
3.94
|
5
|
30.32
|
28.11
|
31.43
|
30.33
|
79.53
|
84.54
|
41.48
|
6.03
|
6
|
31.17
|
29.41
|
29.19
|
29.88
|
79.71
|
84.64
|
69.2
|
5.9
|
7
|
33.11
|
30.21
|
32.19
|
29.21
|
78.63
|
76.57
|
67
|
6.53
|
8
|
30.13
|
28.81
|
30.73
|
29.23
|
79.71
|
78.71
|
-
|
4.71
|
Tabel .2. Pengamatan
Rata-Rata Tinggi Tanaman
Minggu ke-
|
Naungan
|
lapangan
|
Jumlah
|
rata-rata
|
1
|
12,26
|
9,38
|
22,64
|
14,76
|
2
|
11,29
|
12,36
|
29,65
|
17,76667
|
3
|
17,34
|
13,36
|
31,7
|
20,8
|
4
|
18,42
|
15,92
|
35,34
|
23,22667
|
5
|
20,05
|
15,94
|
37,99
|
24,66
|
6
|
22,46
|
19,72
|
42,18
|
28,12
|
7
|
22,4
|
21,89
|
44,29
|
29,52667
|
8
|
22,23
|
22,72
|
46,95
|
30,63333
|
Jumlah
|
146,45
|
131,29
|
290,74
|
189,4933
|
Rata2
|
18,30625
|
16,41125
|
36,3425
|
23,68667
|
B.PEMBAHASAN
Pada praktikum pengaruh iklim terhadap
pertumbuhan kacang hijau (Phaseolus radiatus), yang dilakukan adalah pengamatan terhadap
faktor abiotik seperti suhu tanah, suhu
udara, kelembapan, curah hujan dan evaporasi yang dilakukan pada daerah naungan dan lapangan terbuka.
Berdasarkan
hasil pengukuran, dapat dilihat pada tabel 1, Temperatur/ suhu berkaitan dengan jumlah cahaya yang masuk ke dalam naungan dan lapangan. Jumlah cahaya yang masuk ke naungan lebih sedikit
dibandingkan di lapangan terbuka, oleh karena itu suhu di naungan lebih rendah
dibandingkan suhu di lapangan terbuka yang berkisar antara 30-33⁰C. Panas yang ada
pada cahaya matahari masuk ke dalam tanah dan menyebabkan suhu tanah di
lapangan terbuka lebih tinggi dibandingkan di naungan. Intensitas cahaya matahari dilapangan lebih banyak jika dibandingkan
dengan intensitas cahaya matahari yang ada pada daerah naungan. Dilapangan, cahaya matahari yang diterima tanaman
maksimal, tanaman tidak terhalang kanopi
sehingga fotosintesis juga dapat terjadi maksimal akibatnya pertumbuhan kacang hijau lebih
maksimal. Sedangkan cahaya matahari yang diterima tanaman di naungan lebih sedikit bila dibandingkan dengan
dilapangan, karena kacang hijau di naungan terlindung oleh atap. Hal
ini dapat menyebabkan pertumbuhan kacang
hijau tidak maksimal karena tidak dapat malakukan fotosintesis dengan baik, dan lama kelamaan
tumbuhan akan mati karena kekurangan makanan. Jika dikaitkan dengan tinggi tanaman (pada tabel 2), tanaman yang
berada di naungan lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanaman yang berada
dilapangan yaitu 18,30625 cm berbanding 16,41125 cm.
Kelembaban berkaitan dengan pencahayaan dan penguapan. Pada lapangan, cahaya matahari diterima secara maksimal dan menyebabkan penguapan tinggi sehingga kadar air semakin sedikit, akibatnyan kelembapan tanah dan udara di lapangan lebih rendah. Sedangkan di naungan kelembabannya lebih tinggi karena cahaya matahari
sedikit dan penguapan yang kecil akibatnya kadar airnya banyak yang dapat
menyebabkan tanah di naungan lebih lembab. Hormon auksin yang bekerja pada tanaman yang berada pada daerah
naungan bekerja optimal karena tidah terhalang oleh suhu yang tinggi dan
penguapan yang juga tinggi dibandingkan dengan yang berada dilapangan, oleh
karena itu tanaman yang berada dinaungan lebih tinggi.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
§ Faktor iklim
sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus).
§ Suhu tanah dan udara di naungan lebih rendah
dengan kelembapan yang tinggi karena cahaya yang masuk sebagian besar terhalang
oleh kanopi .
§ Suhu tanah dan
udara di lapangan lebih tinggi dengan kelembapan yang rendah karena tingginya
penyinaran.
§ Tanaman yang berada
dinaungan lebih tinggi (18,30625 cm) dibandingkan dengan tanaman yang berada
dilapangan dengan tinggi 16,41125 cm.
DAFTAR PUSTAKA
Mukherji,
S. and Glosh, A.K., 2002. Plant Fisiology. Tata Mc-Graw Hill. New Delhi
Fitter dan
Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman.
Yogyakarta : Gajah Mada University
Press.
Michael, P.
1997. Metode Ekologi Untuk Penyelidikan
Ladang dan Laboratorium. Jakarta : UI Press.







0 komentar:
Posting Komentar