Sabtu, 21 April 2012

Pengaruh Faktor Iklim terhadap Pertumbuhan Tanaman


BAB 1

PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Pertumbuhan didefenisikan sebagai pertumbuhan yang tidak dapat dibalikkan dalam ukuran pada sistem biologi. Secara umum, pertumbuhan berarti pertambahan ukuran karena organisme multisel tumbuh dari zigot. Pertumbuhan itu bukan hanya dalam volume, tapi juga dalam bobot, jumlah sel, banyaknya protoplasma, dan tingkat kerumitan (Anonim, 2009). Pertumbuhan tanaman mencakup macam-macam variasi dan kejadian kompleks, umumnya termasuk sedikit atau seluruh bagian kehidupan tanaman. Kenaikan linear, pertambahan berat, kenaikan ukuran, pembelahan sel dan pembesaran sel, penambahan biomassa dan lain-lain. Pertumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam dan luar dan adalah penyesuaian diri antara genetik dan lingkungan (Mukherji and Ghosh, 2002).
Banyak faktor alasan atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan, tanaman, pohon, dll. Apabila faktor tersebut kebutuhannya tidak terpenuhi maka tanaman tersebut bisa mengalami dormansi/ dorman yaitu berhenti melakukan aktivitas hidup. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pertumbuhan tanaman yaitu faktor iklim (Amanina, 2009).
1.        Faktor Suhu/ Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajat selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
Suhu optimum untuk aktivitas metabolisme maksimum berbeda untuk setiap jenis tanaman, populasi dan individu dari setiap jenis. Bagian tanaman dan juga tingkat perkembangannya membutuhkan suhu optimum yang berbeda (Manan, 1979). Suhu dan hujan rata-rata bulanan maupun tahunan yang dihubungkan dengan keadaan vegetasi alami berdasarkan peta vegetasi De-Canddle. Vegetasi yang hidup secara alami menggambarkan iklim tempat tumbuhnya. Vegetasi tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan hujan efektif (Fitter dan Hay, 1991).
Tiap jenis tanaman maupun populasi harus menyesuaikan diri dengan suhu di lingkungannya. Dalam suatu luasan geografis akan terdapat bertahun-tahun yang mempunyai kenaikkan atau penurunan suhu diluar batas normal yang mempengaruhi pertumbuhan dan mempengaruhi fungsi-fungsi tanaman yang jelek (Michael, 1997).
2.        Faktor Kelembaban
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan dimana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
3.        Faktor Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan (Amanina, 2009).
          
B.MASALAH
Bagaimana hubungan antara faktor iklim terhadap pertumbuhan tanaman?

C.TUJUAN
Untuk mengetahui hubungan antara faktor iklim terhadap pertumbuhan tanaman
  


BAB II

METODOLOGI


A.WAKTU DAN TEMPAT
Waktu/Tanggal            : 10.00 WIB- selesai /  27 November  2012
Tempat                        : Laboratorium Biologi FKIP UNTAN

B.ALAT DAN BAHAN 
ALAT
            Alat yang digunakan adalah Termometer, higrometer, evaporimeter, penggaris, benang dan alat tulis.

BAHAN
Bahan yang digunakan praktikum kali ini adalah biji kacang hijau (Phaseolus radiatus) tanah dan air.

C. PROSEDUR PENGAMATAN/CARA KERJA
1.      10 pot  berisi tanah disiapkan.
2.      Masing-masing pot ditanami 10 biji kacang hijau.
3.      Penyiraman dilakukan setiap hari dengan jumlah air yang sama.
4.      Lima pot diletakkan di lapangan terbuka, 5 pot lainnya diletakkan di bawah naungan.
5.      Dilakukan pengukuran suhu udara, suhu tanah, kelembaban, dan curah hujan pada kedua tempat setiap hari.
6.      Pengukuran tinggi tanaman dilakukan setiap minggu.
7.      Pengamatan dilakukan selama 7 minggu.
8.      Dilakukan perhitungan statistik pengaruh iklim terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau dan dibandingkan pertumbuhan tanaman dikedua tempat. 




BAB III

ANALISIS DATA

A.HASIL PENGAMATAN

Tabel 1. Pengamatan fisiko kimia dilapangan dengan naungan
minggu ke-
suhu tanah
suhu udara
Kelembaban (%)
curah hujan
evaporasi (mL)
lapangan
naungan
Lapangan
naungan
lapangan
naungan
1
30.61
29.67
30.45
29.76
82.71
82.71
37
3.76
2
31.13
28.37
30
29.61
83.54
83.73
77.17
3.13
3
31.80
30.45
32.18
29.76
78.58
78.58
37
4.07
4
33.15
32.13
32.33
30.24
72.17
72.17
55
3.94
5
30.32
28.11
31.43
30.33
79.53
84.54
41.48
6.03
6
31.17
29.41
29.19
29.88
79.71
84.64
69.2
5.9
7
33.11
30.21
32.19
29.21
78.63
76.57
67
6.53
8
30.13
28.81
30.73
29.23
79.71
78.71
-
4.71

Tabel .2. Pengamatan Rata-Rata Tinggi Tanaman
Minggu ke-
Naungan
lapangan
Jumlah
rata-rata
1
12,26
9,38
22,64
14,76
2
11,29
12,36
29,65
17,76667
3
17,34
13,36
31,7
20,8
4
18,42
15,92
35,34
23,22667
5
20,05
15,94
37,99
24,66
6
22,46
19,72
42,18
28,12
7
22,4
21,89
44,29
29,52667
8
22,23
22,72
46,95
30,63333
Jumlah
146,45
131,29
290,74
189,4933
Rata2
18,30625
16,41125
36,3425
23,68667



B.PEMBAHASAN
Pada praktikum pengaruh iklim terhadap pertumbuhan kacang hijau (Phaseolus radiatus), yang dilakukan adalah pengamatan terhadap faktor abiotik seperti  suhu tanah, suhu udara, kelembapan, curah hujan dan evaporasi yang dilakukan pada daerah naungan dan lapangan terbuka.
Berdasarkan hasil pengukuran, dapat dilihat pada tabel 1, Temperatur/ suhu  berkaitan dengan jumlah cahaya yang masuk ke dalam naungan dan lapangan. Jumlah cahaya yang masuk ke naungan lebih sedikit dibandingkan di lapangan terbuka, oleh karena itu suhu di naungan lebih rendah dibandingkan suhu di lapangan terbuka yang berkisar antara 30-33⁰C. Panas yang ada pada cahaya matahari masuk ke dalam tanah dan menyebabkan suhu tanah di lapangan terbuka lebih tinggi dibandingkan di naungan. Intensitas cahaya matahari dilapangan lebih banyak jika dibandingkan dengan intensitas cahaya matahari yang ada pada daerah naungan. Dilapangan, cahaya matahari yang diterima tanaman  maksimal, tanaman tidak terhalang kanopi  sehingga fotosintesis juga dapat terjadi maksimal  akibatnya pertumbuhan kacang hijau lebih maksimal. Sedangkan cahaya matahari yang diterima tanaman di naungan lebih sedikit bila dibandingkan dengan dilapangan, karena kacang hijau di naungan terlindung oleh atap. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan kacang hijau tidak maksimal karena tidak dapat malakukan fotosintesis dengan baik, dan lama kelamaan tumbuhan akan mati karena kekurangan makanan. Jika dikaitkan dengan tinggi tanaman (pada tabel 2), tanaman yang berada di naungan lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanaman yang berada dilapangan yaitu 18,30625 cm berbanding 16,41125 cm.
Kelembaban berkaitan dengan pencahayaan dan penguapan. Pada lapangan, cahaya matahari  diterima secara maksimal dan menyebabkan penguapan tinggi sehingga kadar air semakin sedikit, akibatnyan kelembapan tanah dan udara di lapangan lebih rendah. Sedangkan di naungan kelembabannya lebih tinggi karena cahaya matahari sedikit dan penguapan yang kecil akibatnya kadar airnya banyak yang dapat menyebabkan tanah di naungan lebih lembab. Hormon auksin yang bekerja pada tanaman yang berada pada daerah naungan bekerja optimal karena tidah terhalang oleh suhu yang tinggi dan penguapan yang juga tinggi dibandingkan dengan yang berada dilapangan, oleh karena itu tanaman yang berada dinaungan lebih tinggi.


BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
§  Faktor iklim sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus).
§   Suhu tanah dan udara di naungan lebih rendah dengan kelembapan yang tinggi karena cahaya yang masuk sebagian besar terhalang oleh kanopi .
§  Suhu tanah dan udara di lapangan lebih tinggi dengan kelembapan yang rendah karena tingginya penyinaran.
§  Tanaman yang berada dinaungan lebih tinggi (18,30625 cm) dibandingkan dengan tanaman yang berada dilapangan dengan tinggi 16,41125 cm.



DAFTAR PUSTAKA

Amanina. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan. http://moslem4life.blogspot.com/.
Anonim. 2009. Laporan Fisiologi Tumbuhan. http://4m3one.wordpress.com/. Diakses 15 Januari 2010.
Mukherji, S. and Glosh, A.K., 2002. Plant Fisiology. Tata Mc-Graw Hill. New Delhi
Fitter dan Hay. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta : Gajah Mada University   Press.
Michael, P. 1997. Metode Ekologi Untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Jakarta : UI Press.

0 komentar:

Posting Komentar